Kamis, 12 Mei 2011

TAHAP-TAHAP PERTUMBUHAN EKONOMI

Salah satu teori mengenai pembangunan ekonomi yang paling banyak mendapat perhatian dan komentar adalah teori tahap-tahap pertumbuhan ekonomi yang dicetuskan oleh Rostow, yang pada mulanya dikemukakan sebagai suatu artikel dalam Economic Journal. Menurut Rostow proses pembangunan ekonomi dapat dibedakan dalam lima tahap dan setiap Negara di dunia dapat digolongkan. Kelima tahap pertumbuhan itu adalah masyarakat tradisional (the traditional society), prasyarat untuk lepas landas (the preconditions for take-off), gerakan ke arah kedewasaan (the drive to maturity), dan masa konsumsi tinggi (the age of high massconsumption).

TAHAP-TAHAP PERTUMBUHAN EKONOMI



Salah satu teori mengenai pembangunan ekonomi yang paling banyak mendapat perhatian dan komentar adalah teori tahap-tahap pertumbuhan ekonomi yang dicetuskan oleh Rostow, yang pada mulanya dikemukakan sebagai suatu artikel dalam Economic Journal. Menurut Rostow proses pembangunan ekonomi dapat dibedakan dalam lima tahap dan setiap Negara di dunia dapat digolongkan. Kelima tahap pertumbuhan itu adalah masyarakat tradisional (the traditional society), prasyarat untuk lepas landas (the preconditions for take-off), gerakan ke arah kedewasaan (the drive to maturity), dan masa konsumsi tinggi (the age of high massconsumption).

Ciri-ciri perubahan keadaan ekonomi, politik, dan sosial yang terjadi. Pembangunan ekonomi atau transformasi suatu masyarakat tradisional menjadi suatu masyarakat modern merupakan suatu proses yang berdimensi banyak. Pembangunan ekonomi bukan saja berarti perubahan dalam struktur ekonomi suatu Negara yang menyebabkan peranan sektor pertanian menurun dan peranan kegaitan industri meningkat. Perubahan orientasi organisasi ekonomi, politik, sosial yang ada pada mulanya mengarah ke dalam menjadi berorientasi ke luar. Perubahan masyarakat mengenai jumlah anak dalam keluarga, yaitu dari menginginkan banyak anak menjadi membatasi jumlah keluarga.


TEORI ROSTOW : MASYARAKAT TRADISIONAL DAN PRASYARAT UNTUK LEPAS LANDAS

Masyarakat Tradisional
Rostow mengartikan tahap masyarakat tradisional sebagai suatu masyarakat yang strukturnya berkembang di dalam fungsi produksi yang terbatas, yang didasarkan kepada teknologi, ilmu pengetahuan, dan sikap masyarakat seperti sebelum masa Newton.

Menurut Rostow dalam suatu masyarakat tradisional tingkat produksi perkapita dan tingkat produktivitas per pekerja masih sangat terbatas, oleh sebab itu sebagian besar sumber daya masyarakat digunakan untuk kegiatan sektor pertanian.
Ciri Tahap Prasyarat untuk Lepas Landas
Rostow mengartikan pembangunan ekonomi sebagai suatu proses yang menyebabkan perubahan ciri-ciri penting dari suatu masyarakat, yaitu perubahan dalam sistem politiknya, struktur sosialnya, nilai-nilai masyarakatnya, dan struktur kegaitan ekonominya.

Tahap prasyarat untuk lepas landas dibedakan oleh Rostow dalam dua bentuk. Yang pertama adalah tahap prasyarat lepas landas yang dicapai oleh Negara-negara Eropa, Asia, Timur Tengah, dan Afrika, yang dilakukan dengan merombak masyarakat tradisonal yang sudah lama ada. Kedua adalah yang dicapai oleh Negara-negara yang dinamakan oleh Rostow born free, yaitu Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Selandia Baru, yang dapat mencapai tahap prasyarat lepas landas tanpa harus merombak sistem masyarakat yang tradisional karena masyarakat Negara-negara itu terdiri dari imigran yang telah mempunyai sifat-sifat yang diperlukan oleh sesuatu masyarakat untuk tahap prasayarat lepas landas.

Pembangunan : Perubahan yang Bersifat Multidimensi
Menurut pandangan ini, kenaikan tabungan akan memungkinkan peningkatan kegiatan penanaman modal dan mempercepat tingkat pertumbuhan ekonomi.

Sebagian besar masyarakat harus bersedia mendapat didikan dan latihan untuk pekerjaan-pekerjaan di sektor industri, dan harus dapat melakukan tugasnya dengan disiplin kerja yang tinggi.

Perombakan Struktur Ekonomi
Kemajuan-kemajuan di sektor pertanian, pertambangan, dan prasarana harus terjadi bersama-sama dengan proses peningkatan penanaman modal. Kenaikan produktivitas di sektor pertanian dan perkembangan di sektor pertambangan.

Peranan Sektor Pertanian
Sektor Pertanian yang menyebabkan peranannya penting dalam masa peralihan mencapai tahap lepas landas. Kemajuan pertanian diperlukan untuk menjamin persediaan bahan makanan bagi penduduk yang bertambah, dan agar penduduk kota yang bertambah dengan cepat sebagai akibat dari industrialisasi dapat memperoleh bahan makanan yang cukup. Kesanggupan sektor pertanian untuk menyediakan bahan makanan yang cukup bukan saja menghindarkan bahaya kelaparan.

Peranan Sektor Prasarana
Prasarana mempunyai tiga cirri yang khusus, yaitu : (i) masa antara pembangunan dan pemetikan hasil pembangunan sangat panjang, (ii) pembangunannya harus dilakukan secara besar-besaran sehingga dengan demikian memerlukan biaya yang besar pula; akan tetapi (iii) manfaatnya akan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Berdasarkan kepada sifatnya yang istimewa ini pengembangan prasarana terutama harus dilakukan oleh pemerintah. Ini berarti pemerintah memegang peranan yang sangat penting dalam menjamin tercapainya tahap prasyarat untuk mencapai lepas landas.


TEORI ROSTOW : TAHAP LEPAS LANDAS DAN SESUDAHNYA

Tahap Lepas Landas
Lepas landas adalah masa berlangsungnya perubahan yang sangat drastis dalam masyarakat, seperti revolusi politik, terciptanya kemajuan yang pesat dalam inovasi atau berupa terbukanya pasar-pasar baru. Faktor penyebab dari perubahan-perubahan ini secara teratur akan terciptanya pembaruan-pembaruan (innovations) dan peningkatan penanaman modal.


Masa Lepas Landas
Negara Masa Lepas Landas
Iggris 1783-1802
Perancis 1830-1860
Belgia 1833-1860
Amerika Serikat 1843-1860
Jerman 1850-1873
Swedia 1868-1890
Jepang 1878-1900



Tiga Ciri Tahap Lepas Landas
1. Terwujudnya kenaikan dalam penanaman modal yang produktif dari lebih kurang 5 persen menjadi 10 persen dari Produk Nasional Neto (Neto National Product atau NNP).
2. Terjadinya peningkatan satu atau beberapa sektor industri dengan tingkat laju perkembangan yang tinggi.
3. Adanya suatu platform politik, sosial, dan instruksional baru yang akan mejamin berlangsungnya (i) segala tuntutan perluasan di sektor modern, dan (ii) potensi ekonomi ekstern (external economics) yang ditimbulkan oleh kegiatan lepas landas, sehingga pertumbuhan dapat terus-menerus berjalan.

The Inner Structure of the Take-Off
Rostow menganalisis the inner structure of the take-off, yaitu perubahan-perubahanlain yang mengikuti kenaikan tingkat penanaman modal, yang terjadi dalam masa lepas landas. Pertama, adanya perubahan dalam aliran pendapatan, termasuk perubahan dalam distribusi pendapatan dan impor modal.

Peranan Leading Sector
Pertumbuhan selalu digerakkan dan diwujudkan oleh perkembangan sejumlah kecil kegaiatn ekonomi yang dapat digolongkan sebagai sektor pertumbuhan primer. Dalam menciptakan sektor pemimpin perlulah dipenuhi empat faktor berikut :

1. Harus terdapat kemungkinan memperluas pasar untuk segala macam barang yang dihasilkan oleh berbagai kegiatan ekonomi yang berpotensi untuk berkembang dengan cepat.
2. Dalam sektor ini harus dikembangkan teknik produksi yang lebih modern dan kapasitas produksi harus dapat diperluas.
3. Dalam masyarakat harus tercipta tabungan, dan para pengusaha harus menanamkan kembali keuntungannya untuk membiayai pembangunan sektor-sektor pemimpin.
4. Perkembangan dan transformasi teknis sektor pemimpin haruslah menciptakan permintaan akan perluasan kapasitas dan modernisasi sektor-sektor lain.



Masa Sesudah Lepas Landas
Masa dimana masyarakat sudah efektif menggunakan teknologi modern pada sebagian besar faktor produksi dan kekayaan alamnya.

Ciri-ciri yang bersifat non-ekonomi dari masyarakat yang telah mencapai tahap gerakan kea rah kedewasaan dan yang hamper memasuki tahap berikutnya. Ciri-ciri tersebut adalah :

1. Struktur dan keahlian tenaga kerja mengalami perubahan. Peranan sektor industri bertambah penting, sedang sektor pertanian menurun. Kemahiran dan kepandaian para pekerja bertambah tinggi.
2. Sifat kepemimpinan dalam perusahaan mengalami perubahan. Peranan manajer professional kian bertambah penting dan menggantikan kedudukan pengusaha yang merangkap jadi pemilik.
3. Masyarakat secara keseluruhan merasa bosan dengan keajaiban yang diciptakan oleh industrialisasi, dan kritik-kritik terhadapnya mulai timbul.

Tahap Konsumsi Tinggi
Adalah tahap konsumsi tinggi, yaitu masa dimana perhatian masyarakat lebih menekankan kepada masalah-masalah konsumsi dan kesejahteraan dan bukan lagi kepada masalah produksi.


KRITIK KUZNETS TERHADAP TEORI ROSTOW
Tahap-tahap perumbuhan ekonomi perlu ditanggapi dengan serius hanya apabila dipenuhi beberapa syarat berikut :

1. Setiap tahap harus merupakan tahap yang mempunyai ciri-ciri yang secara empiris dapat diseidiki kebenarannya.
2. Ciri-ciri setiap tahap harus cukup nyata bedanya dengan tahap lainnya.
3. Harus dijelaskan hubungan analitis dengan tahap sebelumnya, yaitu bentuk-bentuk proses yang akan berlaku untuk mengakhiri suatu tahap tertentu dan menyebabkan terciptanya tahap selanjutnya.
4. Hubungan analistis dengan tahap berikutnya juga harus dijelaskan.
5. Runga lingkup (universe) dimana teori tersebut berlaku harus dengan tegas pula dinyatakan.

Kritik Terhadap Teori Tahap-tahap Pertumbuhan
Menurut Kuzners, perbedaan di antara berbagai tahap dalam teori Rostow sangat kabur. Tahap prasyarat untuk mencapai lepas landas dan tahap lepas landas sangat sukar dibedakan karena beberapa ciri yang dinyatakan terdapat dalam tahap lepas landas sudah berlaku pada tahap sebelumnya. Rostow menyatakan bahwa perkembangan prasarana akan berlaku pada tahap sebelumnya. Rostow menyatakan bahwa perkembangan dan kenaikan produktivitas sektor pertanian dan perkembangan prasarana akan berlaku pada tahap prasyarat untuk lepas landas.

Dapat disimpulkan bahwa walaupun teorinya tersebut didasarkan kepada pembangunan yang berlaku di Negara maju, teori tersebut dimaksudkan untuk menunjukkan tahap-tahap pembangunan ekonomi yang akan dilalui oleh Negara berkembang.

Kritik Terhadap Tahap Lepas Landas
Berdasarkan data tingkat penanaman modal di berbagai Negara seperti dijelaskan di atas, Kuzners mengemukakan kritik seperti berikut :

1. Tingkat penanaman modal pada permulaan tahap lepas landas di beberapa Negara yaitu dinyatakan Rostow adalah lebih tinggi daripada yang disinyalir Rostor, yaitu 5 persen.
2. Dalam tahap lepas landas tingkat penanaman modal tidak berkembang menjadi dua kali lipat.
3. Rasio modal produksi tidaklah tetap sebesar 3,5 tetapi berbeda-beda di berbagai Negara, dan dalam satu Negara berbeda-beda pula dari satu masa ke masa lainnya.
4. Seperti juga dengan perkembangan tingkat penanaman modal, yang pada umumnya mengalami kenaikan yang lambat pada tahap lepas landas, pendapatan nasional mengalami perkembangan yang lambat dalam masa tersebut.




Masalah Membedakan Berbagai Tahap
Pertama, adalah tidak mungkin membedakan antara masa di masan suatu Negara mempersiapkan dirinya mencapai pembangunan yang pesat dengan masa di mana pembangunan pesat itu mulai berlaku.

Kedua, di samping mempunyai banyak persamaan, proses pembangunan ekonomi di berbagai Negara mempunyai ciri-ciri yang berbeda.

Ketiga, dalam tahap berikutn ya setelah tahap lepas landas dikatakan oleh Rostow bahwa pembangunan akan bersifat self-sustained, yaitu proses tersebut dengan sendirinya akan menciptakan kekuatan-kekuatan yang mendorong pembangunan lebih lanjut.


CORAK TAHAP LEPAS LANDAS DI BERBAGAI NEGARA

Tahap Lepas Landas di Amerika Serikat
Analisinya memang menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan mengalami perkembangan yang lebih pesat pada masa yang dianggap Rostow sebagai tahap lepas landas di Amerika Serikat.

Tahap Lepas Landas di Inggris
Deane dan Habakkuk menyimpulkan bahwa perkembangan ekonomi yang relative pesat dibandingkan dengan masa sebelumnya telah berlangsung dalam tiga dasawarsa terakhir abad kedelapan belas.

Diantaranya yang paling menonjol adalah industri tekstil dan industri besi. Impor bahan mentah tekstil (yaitu kapas mentah) meningkat sebanyak beberapa kali antara tahun 1770-1880.

Tahap Lepas Landas di Jerman dan Perancis
Kalau diperhatikan inti analisisnya, maka dapatlah dikatakab bahwa corak pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Jerman pada sekitar pertengahan abad ke-19 sangat sama dengan ciri-ciri proses pertumbuhan masa lepas landas seperti yang dikemukakan Rostow. 1830-an pembangunan jaringan pengangkutan kereta api mulai giat dilakukan, kegiatan perdagangan berkembang dengan pesat dan industri barang modal maupun industri bahan mentah. (batu bara, besi, baja, dan mesin-mesin).

Sektor industri di Perancis menunjukkan bahwa industri-industri yang paling cepat berkembang adalah industri-industri yang peranannya tidak begitu penting dalam keseluruhan kegiatan sektor industri. Sedangkan industri yang lebih penting dalam peranannya, perkembangannya tidaklah jauh lebih laju daripada perkembangan rata-rata sektor industri secara keseluruhan.

Tahap Lepas Landas di Jepang dan Rusia
Di satu pihak ia menunjukkan bahwa tingkat penanaman modal dan pertumbuhan ekonomi yang dicapai Jepang dalam masa lepas landas adalah berbeda dengan yang dicirikan Rostow.


BEBERAPA KESIMPULAN PENUTUP MENGENAI TEORI ROSTOW

Sumbangan Teori Rostow dalam Memahami Proses Pembangunan
Maka pada hakikatnya salah satu tujuan dari mengemukakan teori tersebut adalah untuk mengemukakan teori produksi yang meliputi aspek makro maupun perkembangan sektor-sektor atau disaggregated theory of production.

Teori Rostow dan Tahap-tahap Pembangunan di Negara Berkembang
Kritik Caincross
Negara berkembang merupakan late-corners dalam memulai dan menciptakan pembangunan ekonomi.

Pendapat Rostow
Pola perkembangan ekonomi yang akan dilalui oleh Negara berkembang yang baru saja mencapai atau yang sedang mencapai tahap lepas landas, akan sama coraknya dengan yang dikemukakan di dalam teorinya.

(dari berbagai sumber)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar